Beberapa hari lalu saya menerima paket dari Kantor Pos, yang merupakan hal biasa, dan kebetulan paket tersebut berasal dari luar negeri. Seperti biasanya, hampir bisa dipastikan minimal paket tersebut dicek isinya oleh pihak Kantor Pos atau mungkin pihak Bea Cukai. Sebelum ini saya pernah beberapa kali menerima paket dari luar negeri dan merupakan hal yang cukup wajar jika paket tersebut sempat dibuka, dan jika memang tidak menyalahi aturan, isi paket Anda tidak akan ‘berkurang’ (seharusnya), dan Anda tidak akan terkena masalah. Akan tetapi hal sebaliknya (baca: tidak wajar) terjadi beberapa hari lalu, ditambah lagi dengan ‘keanehan’ lain, dan saya menganggap ‘keanehan’ ini mungkin adalah keteledoran dari pihak Kantor Pos atau mungkin Bea Cukai.
Sekitar hampir sebulan yang lalu saya membeli buku di Amazon, dan beberapa hari yang lalu sampailah paket buku tersebut ke tangan saya melalui kurir Kantor Pos. Ketika saya buka plastik dari paket tersebut (paket dari luar negeri biasa dibungkus plastik, dan kemudian disegel oleh pihak Kantor Pos Indonesia), saya cukup heran, kardus pembungkus (default dari Amazon) agak acak2an, pikir saya “Ah, paling karena faktor perjalanan dan handling.“, tanpa berpikir lagi saya pun membuka kardus tersebut untuk mengambil buku yang saya pesan, keheranan kedua saya timbul, “Buku baru kan biasanya dan seharusnya masih disegel plastik, kenapa yang ini nggak?” saya sedikit kecewa dengan hal ini jikalau memang plastik segel buku tersebut dibongkar oleh pihak Kantor Pos karena jujur saja, saya paling benci melihat sudut cover buku (paperback) agak rusak, apalagi jika buku tersebut masih baru dan lagi bukankah memang seharusnya kita berhak mendapat barang yang masih segel jika beli baru, dan saya cukup yakin toko sekelas Amazon pasti sangat mengerti hal ini. Tapi pikir saya kemudian, “Ya sudah lah…yang penting ‘selamat’, dan kondisi masih cukup bagus.”
Selesai ‘mengamankan’ buku tersebut saya pun mencari receipt yang memang biasa disertakan oleh pihak Amazon di tiap paketnya, saya cukup terkejut ketika akhirnya saya mengetahui bahwa di dalam kardus tersebut ternyata ada dua lembar receipt, pertama tentunya receipt saya sendiri (dari Amazon) dan yang kedua ternyata adalah receipt milik orang lain yang mana disitu tertera transaksi pembelian melalui sebuah merchant yang tentunya juga tertera alamat email, jumlah dan harga barang yang dibeli, dan bahkan alamat rumah (yang menurut saya tidak seharusnya ‘dipegang’ oleh orang lain selain pihak kurir, pengirim, dan penerima). Mungkin kali ini data pribadi yang terselip dan nyasar tidak seberapa, tapi jika suatu saat data pribadi yang terselip dan nyasar itu data pribadi yang seharusnya dirahasiakan, who knows?

Hal ini bisa jadi peringatan bagi yang hendak mengirimkan paket, terutama antar negara, untuk lebih berhati-hati dalam memilih apa yang dikirimkan (jika menyangkut data pribadi) dan memilih jasa serta jenis layanan kurir, tentunya ini untuk meminimalisir keteledoran pihak kurir atau siapapun yang terlibat dalam perjalanan paket tersebut. Pihak Kantor Pos atau Bea Cukai juga seharusnya lebih pandai dan sensitif dalam menangani data pribadi yang ada di dalam sebuah paket, dan lagi setelah membuka atau mengecek isi paket mbok ya yang lebih cermat dan teliti dalam mengembalikannya ke tempat semula, ga cuma asal bongkar.
Yah, semoga saja Kantor Pos dan atau Bea Cukai bisa lebih baik dan bijak dalam menangani paket-paket ‘bersih’ dari luar negeri di masa depan.
Trims, Pak Pos!














My name is
wah ada barang baru, bolehlah kalau nanti saya titip beli bukunya?:D maklum rakyat kecil tidak punya cc :D
dimas March 22, 2010 — 11:00 am
Silahkan saja, tinggal japri..ini saya juga memakai CC adik saya, baru dalam tahap percobaan. Saya sendiri juga tidak punya, boro-boro CC, nglamar kridit leasing saja ditolak.
andy March 23, 2010 — 2:02 am
Bung, mo numpang nanya sekalian. Itu paket sampenya berapa lama ya dari pengiriman sampe ke rumah anda?
Soalnya saya sendiri kirim paket sudah lebih dari 3minggu yang lalu tapi belum sampai juga sampe saat ini. Jangan-jangan paket tsb nggak bakalan nyampe ya? Apalagi barangnya cukup mahal juga. Saya sendiri nggak tau kalau nggak aman pake Air Mail biasa.
Berarti di bea cukai dibuka-buka juga donk paketnya? ;(
Viola Darmawan April 30, 2010 — 3:45 pm
Kalau tidak salah sekitar 2+ minggu. Biasa sih (prosedur standar mungkin ya) dibuka-buka…cuma biasanya (dan semoga) ga diutak-atik barangnya, cuma ngecek isinya bener sesuai dengan yang di receipt atau ngga.
andy May 4, 2010 — 4:01 pm
beberapa waktu lalu saya membeli paket software dari luar. seperti biasa kardus sudah tampak pernah dibuka. klo masalah buka kardus tidak masalah bagi saya karena hanya software ..namun yang saya sangat merasa kecewa ternyata ada barang yang hilang yaitu sebuah card license(semacam kartu GSM) untuk aktivasi produk yang saya beli, setelah saya hubungi kembali penjualnya, mereka mengatakan bahwa license card sudah ada dalam satu paket pembelian, kalau menurut bapak. apakah bisa saya menghubungi pihak bea cukai untuk mengurus card lisence saya yang hilang, karena tanpa card license software teresbut tidak bisa saya pakai, dan hanya ada satu card license untuk setiap satu pembelian. mohon saranya
herry July 1, 2010 — 1:51 pm
mas Herry, pertama-tama saya turut prihatin dengan kasus yang menimpa anda, jujur saja mas, kalau demikian kasusnya biasanya sudah susah diurus (tau sendiri kan instansi pemerintah dan segala macam birokrasi-nya), apalagi barang yang hilang tersebut berukuran kecil (diantara barang lain di dalam paket anda), bisa jadi hal tersebut karena keteledoran pihak petugas yang membuka paket anda.
saran saya sebaiknya coba tanya terlebih dahulu ke kantor pos lokal terakhir (tempat drop barang tersebut hingga diantar ke alamat anda) sambil menunjukkan receipt dari kantor pos, jika masih tidak bisa membantu bisa dicoba ke kantor pos pusat kota anda, kalau masih belum juga mungkin bisa minta pengantar ke bea cukai. tapi saya tidak yakin tingkat keberhasilannya.
alangkah baiknya juga mas Herry menghubungi pihak manufacturer software yang anda beli tersebut, kemukakan alasannya dengan detail, saya yakin mereka pasti berkenan mau membantu (dan saya kok malah justru lebih yakin ke cara yang ini ya :D)
demikian semoga membantu dan lekas mendapatkan card license-nya :)
andy July 10, 2010 — 4:27 am
Hai,andik gmn kabarny,salam jumpa y
roemah djahit YnO November 5, 2010 — 2:52 am
mbak Yuni ta iki? apa kabar mbak?
andy December 14, 2010 — 1:58 am