Sekitar hampir seminggu yang lalu, nelfon ibu, niatnya si cuma mau tanya kabar dan memang juga sudah cukup lama ga telfon ibu. Ngobrol ngalor-ngidul, sampe akhirnya ibu cerita kalo beberapa waktu yang lalu ada biawak di rumah dan ukurannya cukup besar. Tentu saja gw yang bertahun-tahun dari kecil tinggal di rumah dan ga pernah menjumpai makhluk yang namanya biawak secara langsung (di rumah apalagi), kaget, paling banter selama ini paling ular, kadal, tikus, tokek, yah pokoknya tipikal rumah deket sawah lah, yang paling buas pun paling ular berbisa..gatau apa nama bahasa indonesianya tapi bapak bilang ‘dumung’ atau ‘dumung kebo’, sejenis kobra gitu mungkin.

Ternyata si biawak ini jatuh dari atap rumah yang di belakang, dan panjangnya 1,20 meter (kalo bobot gatau, mungkin ga sempet ditimbang), dan biawak ini baru tewas setelah ditembak di kepala sampe dua kali pake ‘bedhil manuk’ alias senapan angin oldskoolnya Bapak, sekarang si biawak ini lagi dibenerin ke tukang air keras..sementara menunggu melihat hasilnya, kemarin dikirimi fotonya sama orang rumah (motonya pake henpun, dan gatau henpun apa, jadi fotonya ga begitu jelas).

biawak.jpg

Tampak kurus kalo di foto…dan kata tetangga sebelah yang punya halaman belakang luas, sebenernya biawaknya masi ada 2 lagi, yang ketangkep ini yang jantan, sementara 2 lagi itu betinanya dan anaknya, dan keduanya sering menampakkan diri di halaman belakang rumah tetangga gw sebelah itu…yah, resiko rumah deket sawah :P